Kamis, 24 November 2011

seputar batan :)

Untuk meningkatkan wawasan masyarakat petani ternak tentang pemanfaatan hasil riset iptek nuklir, enam orang peneliti BATAN bidang pertanian dan peternakan melakukan pelatihan Aplikasi Siklus Bio-Usaha Tani Terpadu (SBUTT) di panti asuhan Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Ihsan, Momongor, Tangerang Selatan (Tangsel).
Bekerjasama dengan Yayasan ponpes tersebut, BATAN melakukan diseminasi produk litbangyasa iptek nuklir untuk mendukung aplikasi sistem pertanian terpadu melalui program SBUTT ini.
Ustadz Sobari selaku pimpinan ponpes menyambut baik adanya pelatihan aplikasi SBUTT ini. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini para santri mendapatkan keahlian usaha untuk berwiraswasta sebagai modal di kemudian hari.
Ir. Suharyono, M.Rur.Sci peneliti bidang peternakan di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) BATAN menyampaikan bahwa aplikasi SBUTT memiliki banyak manfaat diantaranya menciptakan lapangan pekerjaan, menghasilkan produk yang nantinya bisa menambah pendapatan. Selain itu juga menciptakan usaha yang berwawasan lingkungan, khususnya akan menciptakan santri-santri handal serta mampu melakukan perhitungan efisiensi pengeluaran biaya sehari-hari di Pesantren Nurul Ihsan.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan diantaranya, SBUTT oleh Ir. Suharyono, M.Rur.Sci, Manajemen Pakan Ternak oleh Teguh Wahyono, S.Pt, Akuntansi dan Pembukuan oleh Sri Agustin, Pemanfaatan Limbah Ternak menjadi Biogas oleh Dra. Tri Retno Dyah Larasati, M.Si, Pemanfaatan Hasil Litbang BATAN untuk Budidaya Ikan oleh Dra. Adria Prilianti dan Pemanfaatan Limbah Ternak menjadi Kompos dan Vermikompos oleh Nana Mulyana, S.ST.
Dihadiri 30 peserta dari Pondok Pesantren Nurul Ihsan, Pondok Pesantren An Nahla Subang dan warga sekitar sangat antusias mengikutinya. Diakhir pelatihan diadakan praktek dan uji lapang pembuatan silase, kompos dan vermikompos, pemanfaatan biogas untuk memasak dan budidaya ikan dan pakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar